Tampilkan postingan dengan label Manajemen Perubahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Perubahan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juli 2017

Efek Disrupsi: “Besok” Menjadi Hari Ini

Tulisan Rhenald Kasali tentang Ancaman Disruption bagi Indonesia (Kompas hari ini 24/3/2017)
dikirim oleh Prihadi Waluyo

Ekonomi Inspirasi
Rhenald Kasali 
Guru Besar Manajemen
Bergabung sejak : 22 Februari 2016
Akademisi dan praktisi bisnis yang juga guru besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sejumlah buku telah dituliskannya antara lain Sembilan Fenomena Bisnis (1997), Change! (2005), Recode Your Change DNA (2007).

Efek Disrupsi: “Besok” Menjadi Hari Ini

Jumat, 24 Maret 2017 | 05:30 WIB

Menyaksikan tayangan Earth 2050 yang diputar oleh saluran televisi BBC membuat saya senyum-senyum.

Bukannya apa-apa, ketika para scientist di berbagai belahan dunia tengah membawa “hari esok” (The Future) ke hari ini, kita banyak menemukan pemimpin, politisi, birokrat, bahkan juga pengusaha dan eksekutif yang masih membawa logika “masa lalu” (The Past) ke dalam pijakan hari ini.

Tengok saja aturan-aturan yang berbelit-belit, cara pandang mereka dalam memberantas korupsi, penanganan UMKM, kampanye-kampanye politik yang mereka lakukan, kata-kata yang mereka ucapkan dalam berbagai spanduk dan video yang kita saksikan dalam kanal Youtube, cara penanganan banjir, metode-metode dalam pertanian, sampai ekspor-impor dan kebijakan di sektor keuangan.

Ketika anak-anak muda sudah berbicara start-up, mereka masih menyatakannya sebagai UMKM. Kita praktis hanya berkutat hari ini untuk hari ini. Bahkan terbelenggu oleh kebiasaan dan cara pandang kemarin untuk solusi hari ini.

Dunia Sudah Berubah

Melalui tayangan Earth 2050 tadi saya mulai paham apa yang tengah dikerjakan para ilmuwan di seluruh dunia. Ketika mereka sudah memasuki dunia dengan penilaian “impact” (apa yang telah kamu hasilkan dan berdampak pada kehidupan), ilmuwan-ilmuwan kampus kita baru saja belajar menulis karya ilmiah agar dimuat dalam jurnal internasional dan di sitasi via Scopus.

Teman-teman PhD saya yang bergelut dalam aneka riset di Jepang, Inggris, Rusia dan Amerika Serikat hanya bisa tersenyum saja ketika ditanyakan karya ilmiahnya. Mereka lebih senang menunjukkan hak paten karyanya ketimbang paper yang dulu dibanggakan oleh profesor kami pada tahun 1990-an.

Seorang ilmuwan menunjukkan karyanya berupa “apartemen” kebun holtikultura sayuran di tengah-tengah kota New York. Sepintas saya melihat kebun-kebunnya tidak layak. Maklum itu berada di tengah-tengah lokasi area industri.

Namun begitu saya memasuki bangunan serupa gudang pabrik di tengah-tengah kota itu, saya menyaksikan sebuah perkebunan sayuran yang berlapis-lapis ke atas, membentuk rak-rak yang sangat efisien. Di dalam setiap rak terdapat ribuan tanaman dari satu jenis sayuran yang tumbuh subur. Tak ada hama pengganggu. Namun ada sinar UV aneka warna, aliran air, dan sejumlah perangkat IT.

Bayangkan, ketika petani kita masih bergulat di daerah pegunungan dengan akses yang rumit dan ongkos angkut yang mahal yang membuat mereka miskin turun-temurun, petani-petani terdidik baru muncul di tengah-tengah kota. Mereka melakukan disruption pangan besar-besaran. Itulah smart vertical agriculture.

Di tempat yang lain saya bertemu para ahli IT yang tengah bekerjasama dengan lembaga kepolisian untuk memetakan kejahatan-kejahatan yang akan terjadi di masa depan. Mereka bahkan sudah memiliki data sampai ke tanggal, hari, jam dan lokasi kejadian.

Segala veriabel, mulai dari cuaca, pendapatan per kapita, lapangan pekerjaan, sampai nafsu libido manusia, mereka masukkan ke dalam big data yang diolah untuk memprediksi kejahatan.

“Yang paling penting bukan kapan akan terjadi dan berapa besar kerusakannya, melainkan bagaimana kami mencegahnya,” ujar teman kuliah saya dulu, yang kini menjadi guru besar di Amerika Serikat.

Kini, saya ingin mengajak Anda melihat apa yang dilakukan oleh para eksekutif dalam dunia bisnis. Ini menjadi menarik karena atas undangan sebuah bank besar yang memiliki kantor pengendali di Singapura, kemarin saya menghadiri seminar tentang disruption di negara kota itu yang diikuti para eksekutif Asia.

Beberapa kali saya melihat asisten-asisten saya menggeleng-gelengkan kepala. ”Gila, mereka sudah sejauh itu meng-eksplore dunia dan membuat hal-hal baru!”

Dalam presentasi-presentasi itu kami melihat dan mendengarkan hal-hal baru yang sedang dikerjakan dalam industri transportasi, konstruksi, pendidikan, industri, bahkan juga mainan anak-anak, logistik, trade, sampai ke retail dan pangan. Semua itu adalah disruption yang mengubah sejarah dan persaingan usaha yang kita hadapi hari ini.

Mereka menyebut nama-nama kota di Indonesia, mulai dari Surabaya, Balikpapan, Manado, Ambon, sampai ke Sorong. Kota-kota yang bahkan belum banyak dikunjungi para sarjana dan mahasiswa kita, ternyata telah dijadikan pasar oleh mereka.

Lantas apa yang dilakukan eksekutif-eksekutif, aparatur-aparatur sipil negara dan pemangku-pemangku kepentingan di negeri kita?

The Past – The Present – The Future

Vijay Govindarajan, ilmuwan asal India mengingatkan saya bahwa dalam menjalankan kehidupan, manusia memiliki 3 sudut pandang yang beragam : The Past, The Present dan The Future.

Kami pun merumuskan sebuah pelatihan yang kami sebut sebagai "Reformulasi Strategi dalam era Disruption". Dan minggu-minggu ini area kerja saya di Rumah Perubahan tengah ramai dikunjungi para eksekutif yang sedang membongkar strateginya. Apakah itu untuk menyusun rencana strategis (renstra) atau sekadar meremajakan RKAP.

Dan begitu kami buka, banyak eksekutif dan CEO yang tiba-tiba menyadari hampir 100 persen karya yang sedang mereka kerjakan sudah benar-bemar ketinggalan zaman. Mereka meyakini telah menjalankan strategi yang hanya cocok dijalankan di masa lalu. Dan itu pasti akan menjadikan mereka sebagai korban dari bencana disruption.

“It was over,” ujar seorang putera mahkota dari sebuah usaha konglomerasi. “Itu hanya cocok di zaman papa,” ujarnya berterus terang di hadapan ayahnya sambil tertawa, yang juga hadir dalam ruangan itu.

Vijay mengingatkan saya tentang tiga dewa yang dikenal dalam keyakinan yang dianutnya di India. Dewa Wisnu, Shiwa dan Brahma. Ini mengingatkan saya pada sebuah upacara di Puri Ubud, tempat kerabat kami tinggal dan biasa saya kunjungi.

Biasanya, saya ditemani oleh keluarga Bali lainnya yang lalu menjadi tempat upacara pernikahan kami di sebuah desa di Sibangkaja, dekat Desa Mambal. Jadi yang satu adalah keluarga raja (Puri Ubud) dan ratunya adalah Keluarga Pendoa (Griya Anyar – Sibangkaja).

Dalam kepercayaan Hindu itu, Wisnu dikenal sebagai dewa pemelihara. Shiwa adalah dewa perusak, sedangkan Brahma adalah Sang Pencipta.

Vijay mengungkapkan corporate strategi sebagai gabungan dari ketiganya. “Seperti Dewa Shiwa, eksekutif jangan takut menghancurkan segala hal yang hanya relevan di masa lalu,” ujarnya. Maksudnya, secara selektif kita perlu menghancurkan metode, alat, teknologi, pendekatan, bahkan tata nilai yang sudah tidak membuat kita produktif lagi.”

“Lalu seperti prinsip Dewa Wisnu, kita wajib merawat yang masih relevan, the existing core. Dan seperti prinsip Dewa Brahma, perusahaan juga harus punya orang-orang berkualitas yang menciptakan masa depan baru,” tambahnya.

Masalahnya, masa depan baru itu tak bisa dihasilkan sebelum kita benar-benar bisa membaca hal-hal baru itu dengan secara selektif membuang hal-hal yang sudah tidak relevan lagi. Kedua, eksekutif biasanya sudah terbelenggu dalam zona nyaman dengan hanya berani menjalankan hal-hal yang sudah ia kenal di masa lalu.

Keluar dari zona nyaman itu butuh keberanian. Mengapa eksekutif senang menjalankan kebiasaan dalam zona nyaman? Jawabnya adalah karena hanya itulah yang ia kenal secara familiar. Sedangkan menapaki masa depan baru, sungguh tidak nyaman karena serba tidak pasti, tidak jelas, dan belum terbentuk. It’s unclear, unsettle and uncertain!

Padahal bagi pesaing-pesaing baru Anda, segala hal yang harusnya berada di hari esok, telah dibawa ke hari ini. Dan dengan gagah berani mereka menjelajahi ketidakpastian yang tidak clear itu. Dan strategi baru di era disruption adalah bertarung di era itu, tetapi tidak di hari esok.

Memangnya Anda sudah siap?

Jawabannya kita harus siap 🇮🇩

Sabtu, 01 Juli 2017

Universitas: Gangguan Sudah Datang!

by Jim Clifton
diterjemahkan dari "Universities: Disruption Is Coming"
dikirim oleh Dwi Larso 

Apakah kita membutuhkan universitas lagi? Bagaimana jika mereka kehabisan pelanggan?

Google mengumumkan bahwa mereka mempekerjakan karyawan tanpa gelar sarjana, dan Ernst & Young membuat keputusan serupa di Inggris pada musim gugur yang lalu. Kedua organisasi tersebut melihat nilai yang kurang dalam sebuah gelar perguruan tinggi tradisional.

Apakah dua perusahaan yang paling dikagumi di dunia ini salah - atau di depan waktu mereka?

Nilai universitas bisa menabrak dinding secepat nilai perpustakaan, surat kabar dan toko ritel batu bata dan mortir. Kebutuhan kita untuk belajar dan mengisi otak kita dengan informasi yang tepat tepat pada saat yang tepat berubah lebih cepat daripada universitas Amerika.

Pikirkanlah: Mana yang lebih penting bagi Anda dalam pekerjaan Anda - pendidikan universitas atau universitas yang Anda miliki di saku baju, smartphone Anda?

Universitas Amerika perlu berubah. Utang pinjaman mahasiswa sebesar $ 1,2 triliun saat ini menghancurkan lulusan. Total saldo pinjaman siswa meningkat tiga kali lipat sejak 2003 dan merupakan kategori pinjaman terbesar kedua setelah hipotek. Jika perusahaan besar seperti Google dan Ernst & Young melihat lebih sedikit kebutuhan akan gelar sarjana, dan jika perusahaan besar lainnya mengikuti, maka siswa membayar harga selangit untuk produk dengan nilai lebih rendah.

Dengan diluncurkannya sebuah jajak pendapat harian baru-baru ini mengenai pendidikan tinggi, Gallup dan USA Funds membantu pemimpin universitas memimpin perubahan tersebut. Setiap hari, 350 hari setahun, Gallup akan melakukan wawancara perwakilan nasional dengan sekitar 500 orang dewasa A.S. tentang minat, pengalaman, dan hasil pendidikan mereka yang lebih tinggi. Kami akan memberikan "suara pelanggan" yang pertama tentang pendidikan tinggi.

Seperti yang dikatakan oleh William D. Hansen, Presiden dan CEO IMF, katakanlah, "Survei berkelanjutan ini akan memungkinkan kita untuk melacak kemajuan dan mengidentifikasi secara efektif strategi yang mempromosikan apa yang kita sebut 'selesai dengan suatu tujuan' - membantu lebih banyak siswa menyelesaikan kuliah yang dipersiapkan Untuk memulai karir yang memuaskan. "

Pendiri Gallup, almarhum Dr. George Gallup, pernah terkenal mengatakan, "Jika demokrasi seharusnya didasarkan pada kehendak rakyat, seseorang harus mencari tahu apa yang akan terjadi." Poinnya adalah bahwa ketika para pemimpin salah tentang apa yang orang inginkan, dan kemudian menggunakan informasi yang salah untuk membuat keputusan, keadaan menjadi lebih buruk. Ini adalah titik yang berlaku bagi siswa dan pendidikan mereka sama seperti yang diterapkan pada bagian lain masyarakat kita.

Tujuan dari kemitraan Gallup-USA Funds yang baru adalah untuk melaporkan kehendak orang-orang yang menjadi subjek pendidikan tinggi. Sekarang para pemimpin pendidikan Amerika bisa saja benar, bukan salah tentang kebijakan, strategi, premis dan praktik karena perguruan tinggi dan universitas mengalami perubahan transformasional yang masif.

Perubahan akan datang dengan satu atau lain cara. Universitas harus memutuskan apakah mereka ingin memimpin perubahan atau menjadi korban gangguan berikutnya.

Revolusi Industri ke 4 "Selamat Datang di EXPONENTIAL ERA"

"CHANGING TIME"

Written by :
SHAILESH MODI
Managing Director
dikirim oleh Arya Rezavidi 
di WA group UMKM ITB Berkarya

Dalam 1998, Kodak memiliki 170rb karyawan & menjual 85% dr keseluruhan kertas foto di dunia. Hanya dlm bbrp thn, bisnis model mrk menghilang & mrk bangkrut.

Apa yg terjadi pd Kodak, juga akan terjadi pd berbagai industri dlm 10 thn mendatang & sebagian besar org tdk memprediksinya sama sekali.

Apakah anda pernah mengira di thn 1998 bhw 3 thn kemudian anda tdk perlu mengambil foto dgn film lagi? Kendati kamera digital diciptakan di thn 1975, yg pd saat itu hanya memiliki 10rb pixel, tetapi mengikuti Hukum Moore. Perkembangan teknologi bergerak secara eksponensial, awalnya merupakan produk gagal, namun akhirnya dpt melampaui kamera analog & menjadi barang umum hanya dlm bbrp tahun.

Hal yg sama akan terjadi jg dgn Artificial Intelegence/AI (Kecerdasan Buatan), Kesehatan, Mobil Elektrik dan Otonom/Mandiri (Autonomous), Pendidikan, 3D Printing, Agrikultur & Pekerjaan lainnya.

Selamat datang di Revolusi Industri yg ke-4. Selamat datang di Era Eksponensial.

Perangkat lunak akan menggeser industri tradisional dlm 5-10 thn ke dpn.

# Uber hanyalah sebuah perangkat lunak, mrk tdk memiliki armada sendiri, kini menjadi perusahaan taksi terbesar di dunia.
# Airbnb skrg menjadi perusahaan perhotelan terbesar di dunia, walaupun mrk tdk memiliki properti apapun.

ARTIFICIAL INTELLEGENCE - Kecerdasan Buatan
Komputer secara eksponensial menjadi lbh baik dlm mengerti dunia ini. Tahun ini, sebuah komputer mengalahkan Go Player terbaik di dunia, 10 thn lbh cepat dr perkiraan. Di AS, pengacara2 muda sdh kesulitan mencari pekerjaan krn IBM Watson, di mana anda bisa mendapatkan saran mengenai hukum dlm hitungan detik (sejauh ini hanya utk hal2 dasar), dgn keakuratannya 90%, dibandingkan jika dikerjakan manusia yg hanya 70%.

Jadi, jika anda skrg menekuni hukum, berhentilah. Di masa depan, jumlah pengacara di dunia akan berkurang hingga 90% nya, hanya spesialis yg akan bertahan.

IBM Watson telah menolong perawat mendiagnosa kanker, 4x lbh akurat drpd manusia. Facebook kini memiliki perangkat lunak pengenal pola yg dpt mengenali wajah jauh lbh akurat dr manusia. Di thn 2030, komputer akan lbh cerdas dr manusia.

AUTONOMOUS CAR - Mobil Otonom
Thn 2018 nanti, mobil otonom pertama di dunia akan diluncurkan utk umum. Sekitar thn 2020, keseluruhan industri otomotif akan bergeser. Anda akan tdk ingin memiliki mobil lagi. Anda akan ‘menelpon’ sebuah mobil utk anda, yg kemudian akan menjemput & mengantar anda ke tujuan. Anda tdk akan perlu memarkirkan mobil anda, anda hanya akan membayar jarak yg anda tempuh, dan dpt lbh produktif selama perjalanan.
Anak2 kita tdk perlu lagi mendapatkan SIM atau memiliki mobil sendiri. Hal ini akan mengubah banyak kota krn akan terjadi pengurangan 90-95% mobil karenanya. Kita dpt mengalih fungsikan tempat parkir menjadi taman.

1,2 juta org di dunia meninggal setiap tahunnya akibat kecelakaan mobil. Sekarang ini kita mengalami 1 kecelakaan per 100.000 km, dgn adanya mobil otonom, angka ini akan turun drastis menjadi 1 kecelakaan per 10 juta km. Ini akan menyelamatkan sejuta jiwa per tahunnya.

Banyak perusahaan mobil akan bangkrut. Perusahaan mobil tradisional dgn pendekatan evolusinya akan menciptakan mobil yg lbh baik, sedangkan perusahaan teknologi (Tesla, Apple, Google) dgn pendekatan revolusinya akan membangun ‘komputer beroda’.

Saya telah berbicara dgn banyak engineer Volkswagen & Audi, mrk semua sangat ketakutan dgn Tesla. Perusahaan asuransi akan mendapatkan banyak masalah, krn tanpa kecelakaan, asuransi akan menjadi 100x lbh murah. Bisnis model asuransi kendaraan akan punah. Real estate akan berubah, krn jika anda bisa bekerja dlm perjalanan, org akan pindah jauh2 utk tinggal di tempat yg lbh indah.

Mobil elektrik akan menjadi barang umum di th 2020 nanti. Perkotaan akan menjadi tidak sebising skrg krn mobil sdh menggunakan listrik. Listrik akan menjadi makin ramah lingkungan & murah; produksi tenaga surya bertumbuh secara eksponensial selama 30 thn ini, tetapi baru skrg2 ini akan terlihat dampaknya. Tahun lalu, lbh banyak tenaga surya yg dipasang dibandingkan tenaga fosil (migas, batubara). Harga tenaga surya akan turun jauh hingga semua perusahaan batu bara akan gulung tikar di th 2025.

Dengan adanya listrik murah, air akan ikut menjadi murah. Proses desalinasi kini hanya membutuhkan 2kWh/m3. Kita tdk akan mengalami lagi kelangkaan air di sebagian besar tempat, hanya mungkin air minum saja yg akan langka. Bayangkan apa yg mungkin terjadi jika air bersih dpt diakses oleh siapa saja secara gratis.

HEALTH - Kesehatan
Harga Tricoder X akan diumumkan thn ini. Akan ada banyak perusahaan yg membangun peralatan medis (nama “Tricoder” diambil dr Star Trek) yg akan bekerja melalui smartphone anda, memindai retina anda, mengambil sampel darah anda, dan mendeteksi nafas anda. Alat ini kemudian akan menganalisa 54 tanda2 biologis yg dpt mengidentifikasi hampir segala jenis penyakit. Harganya murah, shg dlm bbrp tahun saja, setiap org di dunia akan mendapatkan akses kedokteran kelas dunia secara hampir gratis.

3D PRINTING - Printer 3 Dimensi
Harga Printer 3 Dimensi semakin murah turun dr $18.000 menjadi $ 400 dlm 10 thn. Dalam rentang wkt yg sama pula, kecepatannya menjadi 100x lbh cepat. Semua perusahaan sepatu besar telah mulai mencetak 3 dimensi sepatu2 mrk. Suku cadang pesawat terbang jg sdh dicetak 3 dimensi di bandara2 terpencil. Bandar udara antariksa pun skrg memiliki sebuah printer yg mengeliminasi keperluan stok suku cadang yg besar.

Di akhir tahun ini smartphone generasi baru akan memiliki kemampuan memindai 3 Dimensi. Anda akan dapat memindai 3 Dimensi kaki anda & mencetak sepatu yg sempurna utk anda dr rumah. Bahkan, di China, org telah membangun gedung 6 lantai dgn 3D Printing. Pada 2027, 10% brg akan diproduksi dgn 3D Printing.

BUSINESS OPPORTUNITY - Peluang Bisnis
Jika anda sdg berpikir spesialisasi apa yg akan anda geluti, tanyakan ini kpd diri anda sendiri: “Di masa depan, apkh mungkin kita akan memiliki hal tsb?” Jika jawabannya adlh YA, bgm anda dpt membuatnya hadir lbh cepat? Jika tdk dpt dilakukan dgn smartphone anda, lupakan saja ide tsb. Dan setiap ide yg dirancang utk berhasil di abad 20, pasti akan gagal di abad 21.

WORKS - Para Pekerja
70-80% pekerjaan akan hilang dlm kurun wkt 20 thn ke dpn. Akan ada banyak pekerjaan baru, namun blm jelas apkh akan ada cukup lapangan pekerjaan dlm wkt yg singkat.

AGRICULTURE - Pertanian
Akan hadir robot agrikultur seharga $100 di masa depan. Petani di negara2 berkembang akan menjadi manajer dr ladangnya msg2 & tdk akan bekerja lagi di ladangnya. Aeroponics akan membutuhkan jauh lbh sedikit air. Produksi daging premium telah ada skrg ini & akan menjadi lbh murah drpd daging sapi di thn 2018.

Sekarang ini, 30% dr semua lahan agrikultur digunakan utk memelihara sapi. Bayangkan jika kita tdk membutuhkan lahan seluas itu lagi. Beberapa pebisnis baru mulai memperkenalkan protein serangga di pasaran, di mana kandungan proteinnya jauh melebihi daging. Protein serangga ini akan diberi label “sumber protein alternatif” (krn sebagian besar org masih akan menolak utk mengkonsumsi serangga).

Ada aplikasi bernama “Moodies” yg dpt mendeteksi mood anda saat ini. Di thn 2020 akan ada aplikasi yg dpt mendeteksi ekspresi wajah anda jika anda berbohong. Bayangkan jika dlm debat politik, dpt terlihat siapa yg berbohong/jujur. Bitcoin akan menjadi barang umum & bahkan mungkin akan menjadi standar nilai tukar cadangan.

LONGEVITY - Harapan Hidup
Saat ini rata2 umur harapan hidup manusia bertambah 3 bln setiap tahunnya. 4 thn lalu harapan hidup manusia adlh 79 thn, sekarang 80 thn. Angka ini akan terus bergerak naik, dan pd thn 2036, umur harapan hidup manusia akan mencapai 100 thn.

EDUCATION - Pendidikan
Smartphone termurah sdh beredar di Afrika & Asia dgn harga $10 saja. Hingga 2020, 70% umat manusia akan memiliki smartphone. Itu berarti semua org akan memiliki akses yg sama thd pendidikan kelas dunia. Setiap anak akan dpt menggunakan Khan Academy utk segala hal yg diajarkan di sekolah2 negara maju.

Soo Life Is @ Choice  👌
Let's Move On 👍